Fenomena Petir

Pada posting kemarin, saya sedikit bercerita tentang dahsyatnya petir dan guntur yang menggelegar saat hujan akan turun. Nah, di posting kali ini, saya akan membahas bagaimana petir dan guntur terjadi. Dari informasi  yang saya kumpulkan, ternayata petir muncul karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau awan dengan awan lainnya.

Bahasa sederhananya, petir terjadi ketika awan satu berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif awan akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai keseimbangan. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya (penghambat) turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negaif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Kesimpulan saya, petir lebih sering terjadi saat hujan turun, karena air merupakan media penghantar listrik. So hati-hati kawan, jangan sering hujan-hujanan! potensi kesambar petir lebih besar. Sampai di sini kira-kira informasi yang bisa saya berikan, mungkin bahasanya memang sedikit rumit terlebih kalau bukan alumnus IPA seperti saya, hehehe… tapi setidaknya ada sedikit ilmu yang bisa kita peroleh. Semoga bermanfaat, ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s