Hikmah

Hikmah, mungkin itulah yang bisa aku simpulkan dari kejadian kemarin. Semenjak aku terbaring sakit selama tiga hari terakhir, baru kali ini aku merasa sangat bersyukur. Demam dan panas yang menjangkitiku ternyata memberikan nikmat. Tentu bukan makna sebenarnya yang dirasakan oleh tubuhku yang selalu berkeringat, tapi dari rasa nyaman saat aku tidur. Yah, sejatinya orang sakit memang perlu banyak istirahat. Istirahat bagi tubuh juga pikiran yang begitu penat. Maklum, liburku cuma minggu, itu pun jika dalam keadaan normal sehat, pekerjaan rumah telah menanti.

Bagiku, sakit yang kurasakan kemarin merupakan sebuah karunia. Setiap memejamkan mata, aku selalu bermimpi. Mimpi yang mendekati kenyataan dan terkadang mimpi yang lahir dari imajinasiku selama ini. Sampai terkadang aku takut untuk bangun karena kenyataan yang sebenarnya tak seindah mimpiku.

Kemarin adalah hari terakhirku pada masa pemulihan setelah sakit dan seperti biasa aku tetap memperbanyak istirahat alias tidur. Aku sangat suka tidur pada saat itu, padahal jika dalam keadaan sehat, tidurku sangatlah sulit. Satu-satunya yang kuinginkan dari tidurku adalah bermimpi. Memang benar aku masih tetap bermimpi, bagiku mimpi pada saat itu adalah sebuah kenyataan. Tapi yang terkadang aku sesalkan adalah saat aku sadar bahwa hidupku bukan di sana dan kenyataan sebenarnya aku hanya di atas ranjang. Seperti halnya tadi pagi, aku bangun dengan suasana berbeda, hidupku yang nyata seperti benar-benar asing bagiku. Cuti dua hari kerja seperti dua pekan, bermimpi benar-benar membuatku nyaman dan melupakan hidupku yang sebenarnya.

Hari bermimpi sudah habis, inilah hidupku. Betapa pun pahitnya, harus dihadapi, betapa pun rumitnya, harus dijalani dan betapa pun pedihnya, jarum usia terus berjalan. Berlari mencari jalan lain yang bukan hidup kita adalah sia-sia. Mimpi sudah memanjakanku namun dari mimpi itu lah aku tahu, kekhawatiranku tentang hidup telah sirna.

Aku sadar bahwa cobaan terkadang membuat kita putus asa, terbebani dengan sejumlah pertanyaan yang kita ajukan namun tak satu pun dapat menjawab. Berat ketika menyandang masalah tapi ternyata justru malah terbebani saat masalah telah lewat. Pernahkah kalian merasakan hal seperti ini?

Ikhlas adalah jawaban paling pas. Tapi tidak semua manusia bisa melaksanakannya dengan baik. Jujur saja, aku belum tahu bagaimana rasa ikhlas itu datang padaku. Menerima sebuah keputusan bahkan kita sendiri yang membuatnya justru terkadang menciptakan neraca keadilan yang tidak seimbang bagi pihak lain. Apakah keputusan kita salah? Menurut mereka sudah benar. Namun mengapa bisa dikatakan tidak seimbang? Jawaban yang aku temukan adalah TIDAK SIAP alias belum IKHLAS bahkan buat aku sendiri.

Mungkin membutuhkan waktu cukup lama bagi orang awam sepertiku untuk menyikapi ini semua. Sakit dan mimpi mungkin salah satu prosesnya. Mewaspadai masa lalu tetap diperhatikan karena hal ini yang selalu jadi senjata “para api” untuk membuat kita terjerembab dan terkurung oleh rasa “bersalah”.

Hidup ini sesungguhnya indah jika kita syukuri. Jika kita tidak bisa memiliki apa yang sangat kita inginkan, janganlah bersedih. Bersyukurlah bahwa kita masih diberi anugerah untuk bisa memandangnya, diberi kemampuan untuk menyentuhnya, diberi isyarat untuk berkomunikasi, diberi anugerah untuk mencintai, diberi kesempatan untuk bertemu dan semua kenikmatan itu sudah cukup mewakilkan bahwa kita sempat memilikinya. Bukankah semua ini milik Allah? Jika kamu meminta pasti Ia akan memberi. Asalkan kamu sanggup menjaganya. Dan Allah pun tahu, apakah kamu sanggup atau tidak…

Keep smiling guys,

Kesedihan tidak akan pernah mengembalikan waktu.

One comment on “Hikmah

  1. Widhi mengatakan:

    gak baik emang larut dalam kesedihan… setuju sama kata2 yang ini Kesedihan tidak akan pernah mengembalikan waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s