Juru Ketik

Cari kerja semakin susah sekarang jangankan saya yang belum lulus kuliah, teman saya yang udah hampir setahun lulus belum juga dapat kerja. Apa ya, masalahnya? IPK? test wawancara? psikotest? atau faktor lain?

Tiap orang alasannya pasti berbeda-beda, tapi yang jelas bekerja adalah sebuah kebutuhan hidup. Manakala kebutuhan hidup terpenuhi mungkin kebanyakan orang tak ingin bekerja kecuali mereka yang bekerja dari hobinya. Salah satu hoby yang bisa menjadi pekerjaan dan pekerjaan yang menjadi hoby adalah mengetik. Bisa juga disebut menulis sih, cuman anggapan saya kalau menulis itu pakai pulpen atau pensil, hehehe… Mengetik yang bagaimana? mengetik sebuah informasi yang bermanfaat bagi para pembacanya kemudian dijual dalam bentuk ebook.

Nggak percaya? silahkan browsing aja lewat google dengan mengetik sebuah kata kunci “peluang bisnis” misalnya. Rata-rata di halaman pertama dari peringkat satu sampai peringkat terbawah pada halaman pertama google menawarkan produk informasi. Apa bentuknya? tentu saja ebook. Mereka menjualnya dengan harga ratusan ribu rupiah dalam satu paket. Bayangkan saja keuntungannya, modalnya hanya mengetik dan justru yang mahal itu mungkin ilmu yang terkandung di dalamnya. Makanya mereka menghargainya dengan harga yang lumayan mahal padahal isinya dibawah seratus halaman. Coba bandingkan kalau anda beli buku, kualitas kertas dan sampul ikut menjadi perhitungan untuk menentukan harga buku tersebut selain isi dari buku itu sendiri. Sedangkan ebook, murni tulisan digital yang tidak membutuhkan biaya cetak dan biaya operasional lainnya.

Oleh karena itu, sebuah ide sangatlah berharga bagi yang mampu menuangkannya dalam sebuah tulisan. Terlebih yang memberikan manfaat bagi khalayak dan menjadikannya sebagai sebuah sumber informasi dan refferensi. Juru ketik bukan lagi sebutan bagi orang yang menerima order untuk mengetik sebuah naskah dan narasi yang telah disediakan. Juru ketik bisa jadi adalah orang yang mampu menuangkan idenya menjadi sebuah infomasi yang bermanfaat bagi orang lain. Sekali lagi, ungkapan juru ketik saya sebutkan sebagai kata lain dari penulis online atau penulis yang menggunakan media komputer sebagai sarana. Bukan juru ketik yang menerima orderan naskah atau semacamnya.

Apakah anda ingin menjadi juru ketik yang berpenghasilan seperti yang saya ceritakan di atas? saya juga mau ๐Ÿ™‚

Iklan

Sejarah e-commerce

Berikut sejarah singkat tentang e-commerce yang saya kutip dari buku “Strategi Periklanan pada E-commerce” karya M.Suyanto (2003):

Electronic commerce bermula pada awal tahun 1970-an dengan munculnya inovasi electronic fund transfer (EFT). Pada saat itu tingkat aplikasinya masih sangat terbatas pada perusahaan-perusahaan besar, lembaga keungan dan segelintir perusahaan kecil yang nekat. Kemudian muncullah Electronic Data Interchange (EDI) yang berkembang dari transaksi keuangan ke proses transaksi lain serta memperbesar jumlah perusahaan yang berperan serta, mulai lembaga-lembaga keuangan sampai perusahaan manufaktur.

Aplikasi-aplikkasi yang lain kemudian menyusul, yang memiliki jangkauan dari perdagangan saham hingga sistem reservasi perjalanan. Dengan adanya komersialisasi internet di awal tahun 1990-an, serta pesatnya pertumbuhan yang mencapai hingga jutaan pelanggan potensial, maka muncullah istilah electronic commerce (e-commerce). Satu alasan bagi pesatnya perkembangan teknologi tersebut adalah adanya perkembangan jaringan, protokol, perangkat lunak, dan spesifikasi.

Sampai saat ini, saya kira e-commerce makin menunjukkan “taringnya” dan bersiap menggantikan bisnis konvensional karena secara finansial, modal berbisnis melalui e-commerce cenderung rendah daripada bisnis konvensional pada umumnya.

Maintenance

Gawat kalau gini caranya, koneksi jaringan internet di rumah lagi trouble, alhasil jatah online berkurang banyak. Fuht… harusnya bisa belajar ini itu, tapi karena server operator lagi maintenance, apa boleh buat. Akhirnya, malam ini ambil inisiatif untuk ngenet di luar. Padahal lagi butuh-butuhnya, mau ngerjain tugas untuk besok, waktunya minta pay out, pasang iklan dan aktivitas online lainnya jadi terganggu. Yah, sabar aja deh… (padahal dari tadi pagi ngumpat-ngumpat dalam hati).

Internet sudah jadi bagian dari aktivitas sehari-hari, udah bagian dari hidup malah. Ada yang kurang kalo sehari atau sejam aja nggak ngenet. Semogaaaaaa….. maintenance segera selesai dan surfing dari rumah bisa segera di mulai kembali. Amin

Malam Minggu

Apa yang biasa dilakukan orang pada saat malam minggu?

Berikut ini opini saya yang mencoba mengklasifikasikan kegiatan malam minggu berdasar masa usia

  1. Anak-anak : Main bareng teman-teman sebaya, entah itu sewa playstasion, ngrumpi sambil becanda di depan rumah, maen CS (counter strike) atau minta anterin ortu jalan-jalan ke mall.
  2. Puber : smsan, telpon-telponan atau yang udah punya pacar, ngobrol depan rumah sambil cekikikan atau nonton film bareng di bioskop.
  3. Remaja : biasanya wisata kuliner, jalan-jalan nggak jelas yang penting malem mingguan, nongkrong berjam-jam di lesehan padahal cuma beli secangkir kopi. Buat yang udah punya pacar, apalagi kalo nggak bergerilya mencari suasana romantis (yang sepi biasanya), nonton film atau nonton yang lainnya. ๐Ÿ˜€
  4. Dewasa : Buat yang single biasanya ke warnet cari-cari jodoh, hehehe… buat yang udah nggak single, nganterin anaknya yang minta malem mingguan ke mall.
  5. Lansia : dzikir, mikirin usianya nggak lama lagi.

Dari lima kategori di atas, ternyata malem minggu nggak begitu berarti buat lansia. Mereka udah nggak kepikiran yang namanya jalan-jalan, nonton film atau dinner sekalipun, masa bersenang-senang sudah terlewati. Jadi yang merasa masih muda, silahkan bersenang-senang tapi juga sadar diri jangan sampai kelewat batas karena yang namanya hidup cuma satu kali. Manfaatkan dengan sesuatu yang positif, seperti saya ini. Mau malam minggu, malam jumat atau malam-malam yang lain tetep aja saya sempatkan untuk menulis dan inilah hasilnya, sebuah blog yang nantinya penuh dengan catatan, hohoho… sampai ketemu lagi di posting selanjutnya, yah.. by the way, met malem minggu ๐Ÿ˜€

Fenomena Petir

Pada posting kemarin, saya sedikit bercerita tentang dahsyatnya petir dan guntur yang menggelegar saat hujan akan turun. Nah, di posting kali ini, saya akan membahas bagaimana petir dan guntur terjadi. Dari informasiย  yang saya kumpulkan, ternayata petir muncul karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau awan dengan awan lainnya.

Bahasa sederhananya, petir terjadi ketika awan satu berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif awan akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai keseimbangan. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya (penghambat) turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negaif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Kesimpulan saya, petir lebih sering terjadi saat hujan turun, karena air merupakan media penghantar listrik. So hati-hati kawan, jangan sering hujan-hujanan! potensi kesambar petir lebih besar. Sampai di sini kira-kira informasi yang bisa saya berikan, mungkin bahasanya memang sedikit rumit terlebih kalau bukan alumnus IPA seperti saya, hehehe… tapi setidaknya ada sedikit ilmu yang bisa kita peroleh. Semoga bermanfaat, ya..

Petir

Sore yang mencekam. Gimana nggak mencekam, enak-enak nulis posting baru tiba-tiba petir disertai guntur berteriak-teriak di atas atap rumah. Wah, mumpung belum terjadi apa-apa, mending koneksi internet langsung saya putus. Emang sih, nggak ada hubungannya sama yang namanya antena tapi ngeri aja kalo tiba-tiba listrik mati gara-gara kesamber petir, sayang sama modemnya.. hehehe…

Gejala alam memang datangnya tak terduga, biasanya kalau ada petir dan guntur datang, bersama itu pula turun hujan deras disertai angin kencang. Tapi yang ini berbeda, hujannya cenderung rintik-rintik alias gerimis dan anginnya juga nggak terlalu berhembus kencang. Entahlah, tapi yang jelas cuaca yang baru aja terjadi bikin merinding, maklum sendirian dan nggak ada yang bisa di ajak ngobrol menambah kesan angker (lebay*) hehehe… Namun saya bersyukur karena nggak ada peristiwa yang terjadi akibat dahsyatnya petir dan guntur yang baru aja mampir.

Jadi bertanya-tanya gimana ya, proses terjadinya petir dan guntur? kok bisa sedahsyat itu? saatnya bertanya pada sesepuh kita, mbah Google atau mungkin ada yang bersedia berbagi info? hehe.. saya ucapkan terimakasih kalau memang ada. ๐Ÿ˜€

Petualang Internet

Sudah empat bulan menjelajahi dunia maya secara konsisten untuk mencari sumber penghasilan dari internet. Hasilnya? masih nol rupiah tapi ada harga yang tak ternilai untuk seperangkat ilmu yang sudah saya terima. Ini yang patut saya syukuri, bagaimanapun hasil akan dicapai melalui sebuah proses yang setiap individu menjalaninya dengan jalan dan masa yang berbeda-beda. Di luar sana, saya sempat membaca cerita seorang affiliate marketer yang tiga tahun untuk mencapai puncak kesuksesan. Ada pula yang butuh dua tahun untuk bisa menciptakan produk sendiri untuk bisa berhasil dan bersaing di bisnis online.
Bagaimana dengan saya? jujur saja, saya juga nggak tahu sampai kapan proses ini berlangsung, yang jelas saya akan terus jalani karena saya masih diberi kesempatan umur untuk berusaha dan saya akan berdoa untuk itu. Bagaimana dengan anda?