Fenomena Petir

Pada posting kemarin, saya sedikit bercerita tentang dahsyatnya petir dan guntur yang menggelegar saat hujan akan turun. Nah, di posting kali ini, saya akan membahas bagaimana petir dan guntur terjadi. Dari informasiĀ  yang saya kumpulkan, ternayata petir muncul karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau awan dengan awan lainnya.

Bahasa sederhananya, petir terjadi ketika awan satu berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif awan akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai keseimbangan. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya (penghambat) turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negaif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Kesimpulan saya, petir lebih sering terjadi saat hujan turun, karena air merupakan media penghantar listrik. So hati-hati kawan, jangan sering hujan-hujanan! potensi kesambar petir lebih besar. Sampai di sini kira-kira informasi yang bisa saya berikan, mungkin bahasanya memang sedikit rumit terlebih kalau bukan alumnus IPA seperti saya, hehehe… tapi setidaknya ada sedikit ilmu yang bisa kita peroleh. Semoga bermanfaat, ya..

Petir

Sore yang mencekam. Gimana nggak mencekam, enak-enak nulis posting baru tiba-tiba petir disertai guntur berteriak-teriak di atas atap rumah. Wah, mumpung belum terjadi apa-apa, mending koneksi internet langsung saya putus. Emang sih, nggak ada hubungannya sama yang namanya antena tapi ngeri aja kalo tiba-tiba listrik mati gara-gara kesamber petir, sayang sama modemnya.. hehehe…

Gejala alam memang datangnya tak terduga, biasanya kalau ada petir dan guntur datang, bersama itu pula turun hujan deras disertai angin kencang. Tapi yang ini berbeda, hujannya cenderung rintik-rintik alias gerimis dan anginnya juga nggak terlalu berhembus kencang. Entahlah, tapi yang jelas cuaca yang baru aja terjadi bikin merinding, maklum sendirian dan nggak ada yang bisa di ajak ngobrol menambah kesan angker (lebay*) hehehe… Namun saya bersyukur karena nggak ada peristiwa yang terjadi akibat dahsyatnya petir dan guntur yang baru aja mampir.

Jadi bertanya-tanya gimana ya, proses terjadinya petir dan guntur? kok bisa sedahsyat itu? saatnya bertanya pada sesepuh kita, mbah Google atau mungkin ada yang bersedia berbagi info? hehe.. saya ucapkan terimakasih kalau memang ada. šŸ˜€