Jangan ikut campur

Kemampuan manusia untuk menerjemahkan hakikat kehidupan sangatlah terbatas. Tuhan telah memberikan bekal akal dan pikiran untuk memaknai hidup sesuai kodratnya. Namun seringkali manusia berusaha melampaui apa yang telah menjadi batas ketentuan Tuhan. Padahal pernah diibaratkan bahwa jika ilmu Tuhan itu seluas lautan yang ada di bumi ini maka, ilmu yang diberikan kepada manusia hanya setetesnya saja.

Ada wilayah-wilayah tertentu yang hanya bisa dijamah oleh kekuasaan Tuhan sedangkan manusia diperintahkan untuk tidak mencampurinya. Bukankah hal wajar jika bos melarang anak buahnya untuk masuk ke ruangannya tanpa ijin? Bukankah hal wajar jika anak tidak diperkenankan membuka dompet orang tuanya? semuanya berkaitan dengan etika. Jika kita melanggar, bukan saja yang berhak akan marah tetapi juga menganggap kita tidak tahu diri. Begitu pula Tuhan yang seharusnya dihormati melebihi apa pun, karena Dialah yang berkuasa atas kita semua. Jika Dia mengatakan, “jangan” maka, patuhilah. Baca lebih lanjut