Liga Spanyol Atau Liga SSB?

Lagi-lagi Real Madrid menang atas lawannya, kali ini yang dibantai adalah Real Zaragoza yang berada di klasemen bawah dengan skor 1-3. Sempat memimpin klasemen sementara, Barcelona merebutnya kembali dengan kemenangan absolut 5-0 atas Real Sociedad. Kini selisih poin antara Real Madrid dan Barcelona hanya terpaut dua angka. Mereka seperti dua pembalap motor yang mengikuti kejuaraan lari marathon. 🙂

Memang tidak bisa disangkal kalau Liga Spanyol adalah liga eksklusif tempatnya klub para juara yang kebanyakan para pemainnya adalah pemain profesional ternama. Sebut saja Real Madrid yang mendapat julukan los galacticos (bertabur bintang), bukan berlebihan tapi memang kenyataannya hampir seluruh pasukan Real Madrid adalah pemain yang dibeli dengan bandrol mahal dan mempunyai reputasi gemilang. Begitu juga halnya Barcelona, bahkan skuad intinya merupakan replika dari timnas Spanyol.

Saya kira, apa yang diperjuangkan dua klub raksasa tersebut untuk memenuhi ambisinya menjadi juara di semua ajang memang patut diacungi jempol. Tapi sayang, saya justru melihat gap yang terlalu jauh antara dua klub ini dengan klub lain yang ada di bawah level, anggap saja peringkat ketiga dan seterusnya. Hampir dipastikan, siapa pun yang melawan dua klub pemuncak klasemen ini pasti berkahir tragis. Tak peduli bermain di tandang atau pun kandang, harus siap dipermalukan. Buktinya, selama 15 pertandingan mereka hanya mengalami satu kekalahan. El Real dibantai El Barca dan sebelumnya El Barca sendiri tersandung tim papan bawah Hercules di awal musim.

Saya malah mikirnya liga Spanyol hampir sama seperti liga SSB (sekolah sepak bola). Tim unggulan tidak akan pernah kalah oleh tim mana pun. Kalau pun kalah cuma sekali dua kali. Saya pikir ini hal yang wajar kalau terjadi di liga SSB, karena tim unggulan sulit disaingi oleh tim yang lain karena SSB sendiri mungkin kurang dana untuk mendatangkan pelatih dan pemain. :p Nah, kalau liga Spanyol kan, tim-tim besar yang mempunyai manajemen berkualitas jauh di atas SSB. Masa nggak ada perkembangan dari tim yang lain? Setidaknya ada tim-tim kejutan seperti halnya Manchester City dan Totenham Hotspur di Liga Inggris. Ada Lazio dan Napoli di Liga Serie A Italia.

Sebagai penonton, saya mulai bosan dengan pertandingan-pertandingan liga Spanyol yang disajikan, khususnya kalau yang bertanding dua raksasa itu. Buat apa nonton kalau hasilnya sudah ketahuan? 😀

Barcelona atau Real Madrid

Skor yang sangat mencolok untuk kemenangan el barca (sebutan Barcelona) atas rival terberatnya Real Madrid. Siapa yang mengira kalau el barca akan menang dengan skor yang sangat telak? Saya pun tak menduga. Kemengan fantastis pada laga El classico ini semakin mendongkrak reputasi el barca serta mendominasi kemenangan selama dua musim berturut-turut, skor terakhir yang saya ingat adalah 2 – 6 untuk el barca di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

Sebenarnya tidak ada yang kurang dari pasukan Mourinho. Pemain bertabur bintang dengan skill yang tak diragukan seharusnya sudah menjadi modal berharga bagi Iker Cassilas dkk. untuk bisa mengimbangi permainan el barca. Belum lagi kehadiran Mourinho sendiri yang memberikan spirit baru dan harapan baru bagi publik kota Madrid yang telah lama mendambakan gelar sebagai juara La liga. Itulah sepak bola, ketika peluit kick off dibunyikan, bukan hanya skill individu yang menjadi jaminan, bukan hanya pelatih handal yang dibutuhkan melainkan kepercayaan diri dari sebuah tim itu sendiri untuk mampu mengatasi setiap masalah di atas lapangan. Bola tidak pernah memihak kepada siapa dia harus tunduk, tidak pula menghamba kepada tim mana dia mau dikuasai selama 2 x 45 menit. Bola selalu berputar, menggelinding dan melesat tanpa tahu kemana dia ditendang (karena yang tahu tujuannya adalah penendang itu sendiri).

Faktor X juga menjadi penentu terhadap hasil pertandingan. Apakah faktor X itu? faktor X adalah segala sesuatu yang luput oleh analisis logika. Bola yang seharusnya masuk bisa jadi hanya membentur mistar gawang yang menurut pengamatan disebabkan arah angin atau tanah yang tidak rata. 🙂 Konyol terkadang, tapi itulah sepak bola, sebuah permainan yang seharusnya tidak menjadi perdebatan tentang siapa yang menang atau pun kalah karena seharusnya yang menjadi tujuan intinya adalah olahraga sebagai ajang menyalurkan bakat. Betul?