Ramadhan kali ini

Tak terasa, Ramadhan kali ini hampir sampai di penghujung bulan. Kesempatan kita untuk “mengeruk” pahala tersisa dua hari lagi. Dua hari yang terasa sangat riskan bagi kita karena disaat bersamaan, kepentingan manusia menjadi tumpang tindih. Satu sisi, kebanyakan dari kita mempersiapkan perayaan datangnya hari idul fitri dan di sisi yang lain ibadah akhir bulan Ramadhan justru berlipat ganda karena adanya “bonus” yang sangat langka dari Tuhan, yaitu pahala 1000 bulan.

Manakah yang harus dikerjakan lebih dulu diantara keduanya? berikut ini contoh cerita yang sering terjadi pada masyarakat umum,

Pada saatnya sholat tarawih, mereka memilih absen karena para istri ingin berburu keperluan lebaran sedangkan suami mereka yang mengantarkan. Setelah itu mereka kelelahan dan absen juga untuk pergi ke mesjid melakukan i’tikaf. Hari-hari berikutnya pun begitu, masih ada saja keperluan yang harus dibeli dan disediakan sampai-sampai lupa untuk menyiapkan zakat.

Begitulah adanya yang terjadi di masyarakat kita. Jalanan padat merapat, khususnya di area yang dekat dengan pertokoan. Sebenarnya makna idul fitri sendiri bergeser terlalu jauh. Mereka atau bahkan kita lebih mementingkan seremonialnya atau pestanya ketimbang makna hakiki dari idul fitri itu sendiri. Allahu alam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s