Dia lucu dan bersahabat tapi…

Namanya Tomi, seekor anjing yang katanya adalah termasuk ras golden retriever. Entahlah, saya kurang tahu menahu soal jenis spesies ini tapi yang jelas bulunya memang berwarna kuning dan sebagian lainnya berwarna putih. Dia adalah anjing milik tetangga yang dijadikan penjaga keamanan di sekitar area perumahan, lebih tepatnya khusus untuk beberapa gang tertentu sesuai jangkauannya. Sayangnya, si tomi ini tidak begitu terawat baik, masalah makan atau pun kebersihan fisiknya. Alhasil, dia sering mendapat belas kasihan dari para tetangga sekitar untuk sekedar mengisi perutnya yang tak terjadwal. Termasuk saya yang terkadang memberi dia makan dan minum, maklum si empunya kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan makan tomi yang cenderung lebih spesial. Mengapa dikatakan spesial? maaf saja, tidak semua manusia memakan menu daging setiap harinya apalagi keluarga dari kalangan sederhana. Para ibu rumah tangga atau perempuan yang biasa masak pasti sudah tahu harga daging sekilo ada di kisaran Rp50.000/kg, buat masak oseng-oseng kacang dan tahu tempe+telur bisa sampe 3 hari tuh😀

Namun bukan berarti saya stok daging setiap harinya, untuk kesan pertama saat bertemu dia, saya menyodorkan tulang bebek goreng yang dagingnya sudah saya sikat habis, hehehe… pertemuan berikutnya, saya coba berikan krupuk. Lantas saya mengira bahwa si tomi suka makan makanan yang crispy alias kletak-kletuk kalau digigit, hehee… ternyata saya salah. Dia adalah anjing berselera tinggi, tomi lebih baik lapar daripada harus cari makanan di sampah meskipun itu tulang ayam sekalipun. Sekarang saya baru benar-benar tahu apa seleranya,

  1. Pentol (bola bakso)
  2. Nasi dicampur hati sapi (dia ga mau kalo pake hati ayam)
  3. Krupuk putih cap ikan (kalo darurat ga ada makanan)
  4. Sosis so nice rasa ayam
  5. Daging (makanan utamanya nih..)

Memang nggak terus-terusan sih ngasih makannya tapi terkadang saja kalau dia melihat atau mendengar siulan saya😀. Di luar itu, ada beberapa tetangga yang rela menyisihkan nasi telur, roti, ikan laut dsb untuk si tomi cuma ya ga dimakan habis. Masalah seriusnya sebenernya ada pada BB alias bau badan dan liurnya. Pemiliknya sendiri adalah muslim, jadi dia tidak memperlakukan tomi secara khusus seperti halnya pemilik anjing di luar sana yang memanjakan peliharaannya sampai mengantarnya ke salon.

Begitu juga saya, menjadi sebuah dilema kalau tomi masuk teras rumah. Lantainya pasti diendus, khawatir liurnya netes belum lagi rebahan meninggalkan bau tak sedap. Sebetulnya ingin sekali memandikan dia biar kelihatan lebih cool sebagai anjing penjaga, tapi dia bukan milik saya. Pemiliknya sebenernya juga nggak keberatan kalau tomi dirawat, cuma kan takutnya si tomi malah makin sayang dan menggantungkan hidupnya, sedangkan kita tidak boleh bersinggungan dan belum tentu juga mampu mengatasi selera makannya. Ada sebuah tanda tanya bagi saya, kenapa anjing termasuk mamalia yang harus didiskriminasikan.

Saya tahu agama islam tidak menganjurkan untuk bersinggungan dengan anjing tanpa alasan karena dikhawatirkan terkena liurnya. Nah, selain peringatan di atas, saya masih penasaran kenapa liur anjing diharamkan? untuk memenuhi rasa keingintahuan, saya mencari berbagai sumber tentang alasan rasionalnya dan inilah jawabannya :

Setelah melakukan pemerikasaan terhadap 60 ekor anjing, dr. Ian Royt, seorang dokter spesialis hewan di London, Inggris menyimpulkan bahwa seperempat binatang tersebut membawa telur-telur ulat di cairan-cairan yang keluar darinya. Ia menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan yang ditemukan di lapisan unsur tanah. Seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik-jentik kuman yang tumbuh berkembang. Tiga di antaranya dapat matang cukup dengan menempelkannya pada kulit.

Laporan para ahli yang dipublikasikan oleh surat kabar di Inggris Daily Mirror menyatakan bahwa sel-sel telur dan ulat ini sangat lengket dengan panjang mencapai 1 milimeter. Ia akan berpindah dengan mudah saat bersentuhan dengan anjing atau mencandainya. Ia akan terus tumbuh berkembang dengan pesat pada bagian yang terletak di belakang mata. Sebagai langkah antisipasi, para dokter menganjurkan untuk membasuh kedua tangan dengan baik, sebelum makan dan setelah bermain dengan anjing. Ini terutama ketika data statistik di Amerilka Serikat menyebutkan bahwa terdapat 10 ribu orang yang terkena virus ulat tersebut. Kebanyakan adalah anak-anak.

Lebih dari 1400 tahun yang lalu Nabi Saw telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air Iiurnya. Karena pada setiap harinya, anjing sering menjilati tubuhnya. Inilah yang memindahkan kuman-kuman pada kulit, mulut, dan air liurnya. Dengan begitu, anjing berbahaya terhadap kesehatan.
Menurut dr, Abd Al-Hamid Mahmud Thahmaz, secara ilmiah, anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan. Karena, ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak di dalam ususnya. Ulat itu mengeluarkan telur-telur bersamaan dengan keluarnya kotoran anjing. Ketika anjing menjilati pantatnya, maka telur-telur ulat tersebut akan berpindah padanya.

Kemudian dari jilatan anjing inilah, telur-telur ulat itu akan berpindah pada wadah, piring, dan tangan para pemiliknya. Di antaranya ada yang masuk ke dalam perut, lalu menuju ke pencernaan. Kemudian kulit telur-telur ulat itu terkelupas dan keluarlah anak-anak ulat yang langsung bercampur baur dengan darah dan lendir.

Melalui darah dan lendir tersebut, ulat-ulat penyakit ini merambah pada semua bagian organ tubuh, terutama hati yang merupakan target utama dari organ-organ yang ada di dalam tubuh. Kemudian ulat-ulat itu berkembang di anggota tubuh yang dimasukinya. Ia membentuk sebuah kantong yang penuh berisi dengan embrio anak-anaknya dan cairan bersih, seperti sumber air (mata air). Kantong itu terkadang membesar, sehingga bentuknya menjadi kepala embrio.

Penyakit ini dinamakan penyakit kantong cairan. Indikasinya muncul sesuai dengan anggota tubuh yang ditempatinya. Indikasi paling berbahaya menyerang otak dan otot jantung. Untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada obatnya kecuali dengan operasi.

Para dokter menguatkan bahaya ulat ini dan racun air liur yang disebabkan oleh anjing. Para dokter melaporkan bahwa penyakit ini biasanya berpindah pada manusia atau hewan melalui air liur pembawa virus yang masuk pada bekas jilatannya atau pada luka yang terkena air liurnya. Sekelompok dokter menjelaskan bahwa ketika ulat-ulat ini sampai pada tubuh manusia, maka ia akan bersemayam di bagian organ tubuh manusia melalui air liur anjing. Para dokter mengatakan bahwa paru-paru dapat terkena ulat Echinococcosis.

Ulat yang bersemayam di paru-paru, yang bertempat di hati dan beberapa organ tubuh bagian dalam Iainnya, mengakibatkan terbentuknya kantong yang penuh dengan cairan. Dari luar, kantong ini diliputi oleh dua lapisan dengan ukuran kantong sebesar bentuk kepala embrio. Penyakit tersebut berkembang dengan lambat. Ulat Echinococcosis dapat tumbuh berkembang di dalam kantong itu selama bertahun-tahun. Dengan demikian, penyakit menular itu dapat berpindah dari anjing kepada manusia.

Saya jadi berpikir, berarti sekian orang pemelihara anjing berpotensi kena penyakit ini. Entahlah, tapi yang jelas ada baiknya mencegah daripada mengobati. Oh,ya pasti penasaran sama si tomi, kan?


Saya nggak tahu kenapa dinamain “tomi”, udah kayak nama anak manusia aja,😀 dan sepertinya ini anjing perempuan, soalnya saya nggak pernah keliatan titit atau “telur”nya di bagian deket anus. Entahlah, EGP yang penting dia siap siaga tiap malam, hehehe… Kadang suaranya sampe serak kalau pagi, neriakin pemulung yang korek sampah.😀

5 comments on “Dia lucu dan bersahabat tapi…

  1. selly mengatakan:

    baru tahu…. ternyata berbahaya dan mengerikan sekali virus telur-telur ulat yang ada di anjing itu ya,,,
    makasih gan atas infonya…
    bermanfaat sekali…

  2. achoey el haris mengatakan:

    Saya pengen memeilhara anjing
    Tapi pasti istri gak setuju
    Karena takut kena najisnya🙂

  3. arieyanie mengatakan:

    wah, ngeri juga nya selera makan si tomi. nama yang lucu hehehhe

  4. Asop mengatakan:

    Terlepas dari anjing yang haram, saya memang gak tertarik dengan anjing.😀
    Memang sih puppy (anak anjing) itu imut2, lebih imut dari kitten (anak kucing). Tapi selera saya tetep lebih suka kucing…😳

  5. 3sna mengatakan:

    memang sedih yaaa… anjing kan lucu banget… sayang gak boleh miara😦
    dan gak cuma anjing loh… kucing jg membawa kuman yg sama… tanpa harus dia menjilat kita sih… cukup bersentuhan dengan bulu dia saja… itu ulat juga bisa transfer ke tangan kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s