Kenapa harus telanjang

Tadi pagi saya menemukan sebuah berita yang cukup heboh terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah Eropa. Meskipun bukan hal baru tapi nampaknya sangat serius diperhatikan. Inilah headline nya :

Sila Sahin, Muslim yang Jadi Model Playboy

Pasti semua tahu kata mana yang jadi pemicu kontroversi. Yup, betul, kata Muslim dan Playboy. Sila Sahin adalah seorang warga negara Jerman dan dia adalah  muslimah pertama keturunan Turki yang berani berpose bugil di majalah Playboy. Turki sendiri sebagian besar penduduknya beragama islam. Sedangkan Playboy seperti yang kita tahu adalah merk paling populer dari majalah pria dewasa.

Kenapa harus telanjang? alasan Sila berbuat demikian adalah simbol kebebasan. Dia ingin bebas dari segala aturan masa kecilnya. Pose-pose telanjangnya di Playboy ditujukan untuk para gadis Turki yang kata dia, menderita akibat tekanan lingkungan, di mana pilihan bagi perempuan sangat sempit. Bahkan dalam memilih pasangan hidup, tak jarang mereka dijodohkan dan tak boleh melawan. Melalui pesannya ia sempat menyampaikan,

Sekian lama, aku berusaha untuk berbuat sesuai aturan. Melalui fotoku, aku ingin menunjukkan pada perempuan Turki, tak masalah, jika kau hidup sesuai dengan pilihanmu.

Benarkah demikian? bisakah dikatakan bahwa aksi kontroversinya mewakili para gadis di Turki yang merasa tertekan oleh ketidakbebasan? Apa pun alasannya yang jelas, saat ini Sila bukannya bebas tapi malah tertekan karena akibat foto telanjangnya, sejumlah kelompok muslim garis keras, baik dari negara asalnya maupun negara tempat tinggalnya saat ini (Jerman) telah mengancamnya. Begitu seriusnya masalah ini, bahkan sekarang dia dibawah pengawasan intel Jerman.

Berita ini seolah menjadi persoalan agama tertentu, ketika ada kata muslim yang bersinggungan dengan kata playboy yang notabene identik dengan perempuan bugil, responnya jadi begitu dahsyat. Menurut saya ini adalah soal norma. Maaf, mungkin ini disebabkan dari sekian banyak agama, cuma islam yang menganjurkan umatnya yang wanita untuk menutup aurat dengan batasan yang jelas. Harusnya semua agama juga mengajurkan hal yang sama soal aurat. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dipahami oleh semua wanita. Perkembangan jaman telah mengubah peradaban manusia, sehingga ada yang namanya modernisasi dan salah satunya adalah soal fashion.

Memang benar manusia memiliki hak asasi untuk memilih apa yang ia kehendaki. Tapi menurut saya, siapa pun orangnya dan apa pun agama dan kepercayaannya dalam pandangan umum, pose telanjang atau pun aksi nudisme lainnya tidak lumrah untuk diteruskan sebagai budaya modernisasi manusia. Tak harus perempuan muslim yang menjaga aurat, bahkan perempuan suku primitif yang tidak menggunakan kain sebagai bajunya pun harus bisa menjaga daerah privasinya. Kenapa? karena kita adalah manusia, bukannya binatang modern seperti di bawah ini yang sedang (seolah-olah) sekolah.

Entahlah definisi kebebasan seakan tak memiliki ambang batas lagi. Telanjang bukanlah sebuah “permintaan” tapi sudah menjadi “penawaran”. Malu bukan lagi dipakai sebagai penutup aurat tapi Malu apabila tidak mengikuti budaya orang sekitar. Kesenangan seperti inilah yang membuat manusia tak lagi menyadari bahwa dirinya adalah manusia.

7 comments on “Kenapa harus telanjang

  1. Kaget mengatakan:

    Saya pernah dengar yang seperti ini, tapi apa memang benar bahwa mereka sekolah tanpa busana?

  2. ta mengatakan:

    gaya penulisan km bagus😀
    menurut aku, ada banyak jalan untuk membuat suatu perubahan,
    tapi aku sangat2 gak setuju emang sama si sila ini,
    kebebasan yg salah kaprah

  3. selly mengatakan:

    tidak harus telanjang memang, ada orang yang dengan menulis, ia merasa bebas, atau dengan menciptakan lagu, ia merasa bebas menjadi diri sendiri… intinya setiap orang memiliki kebebasannya masing-masing,,
    patut kita hargai, tetapi harus sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat maupun agama kita…

  4. kamal mengatakan:

    kebebasan apa namanya…? Indonesia bisa ikut-ikutan ni…

  5. Asop mengatakan:

    Walaaaah iya yah, heran deh, pemikiran yang salah. Kalo memang pengen mengekspresikan pendapat bahwa wanita Turki terlalu dikekang oleh lingkungan dan budaya, mengapa protesnya malah telanjang? NGGAK NYAMBUNG!!😈

  6. Printer Clinic mengatakan:

    Betul sekali..saya pikir orang2 seperti ini adalah orang2 yang tertipu. Bagaimana tidak mereka rela merendahkan harga diri mereka sendiri demi menunjukkan apa yang mereka sebut kebebasan. Kasihan sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s