Tertawa

Banyak hal yang bisa membuat kita tertawa. Sebagian besar disebabkan oleh hal lucu dan terkadang menertawakan hal yang sebenarnya tidak lucu alias sebuah ironi. Apa pun alasannya, tertawa membuat hati kita lega. Lega loh, ya… belum tentu senang, hehehe… Ada pepatah mengatakan, “tertawa itu sehat”. Mungkin benar apa yang dikatakan pepatah tersebut, karena studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang (sumber: lihat di sini.)

Namun sebagai umat muslim, tertawa (terbahak-bahak) hukumnya adalah makruh dan tersenyum hukumnya sunah. Hal ini merupakan kesimpulan daripada sebagian ulama merujuk pada hadits berikut :

Rasulullah saw tidak pernah tertawa, kecuali hanya tersenyum, tidak menoleh kecuali dengan wajah penuh (maksudnya: tidak melirik).

(Ja’far Auf, Mas’ud dari Auf Abdillah)

Jadi, tertawalah sewajarnya. Memang tidak ada yang melarang kita untuk tertawa namun adakalanya jika kita tidak bisa mengontrol emosi dan tertawa terbahak-bahak, diyakini kita akan lupa diri. Sesungguhnya mengontrol tawa untuk tidak berlebih-lebihan akan menjaga kesadaran kita.

Pernah pada suatu waktu, teman saya sedang becanda begitu hebatnya, mereka tertawa terbahak-bahak sampai tidak bisa mengontrol emosi. Niat hati bercanda dengan menyemprotkan busa (foam untuk rambut) ke lukisan untuk jadi bahan becanda, tapi justru sebaliknya, yang empunya lukisan tidak terima dan bukan lagi tawa yang dihasilkan melainkan ketegangan dan kekesalan. Saya juga tidak pernah menyangka bahwa canda dan tawa akan berujung seperti itu, padahal mereka adalah kawan karib.

Kejadian di atas menjadi pelajaran bagi saya bahwa apa pun yang kita lakukan, hendaknya masih terkontrol oleh emosi. Tertawa itu memang gratis dan hak hakiki semua orang, tapi awas, tertawamu menyinggung hak orang lain. Sebaik-baiknya tertawa itu tidak melebihi niat untuk sekedar menyenangkan hati. Bukan untuk bahan perbincangan tapi sebagai selingan.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. piss.. salam satu blogger.😀

 

 

3 comments on “Tertawa

  1. Fikriyansyah mengatakan:

    hehehe… tp kadang meski sudah ditahan2 kadang tertawa lepasnya keluar mas… hehehe

  2. kodokz mengatakan:

    tapi sepertinya sekarang akan kurang ketawa..
    laptopku in trouble.. huft
    hehe.. [numpang curcol]😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s