212 (Dua mata Satu mulut Dua telinga)

Mengapa Tuhan menciptakan Dua mata, Satu mulut, dan Dua telinga? Bagi kalian yang sering membaca dan sering mendengar ceramah atau khotbah, pasti tahu benar falsafahnya. Bahkan seringkali dikupas dan disisipkan dalam beberapa materi pelajaran. Saya nggak ikut-ikut menerjemahkan, saya hanya akan mengulang apa yang mereka dan beliau sampaikan sebagai bahan renungan dan mengingatkan saya pribadi dan kawan-kawan bahwa beberapa masalah yang kita hadapi sering bermula dari  salah satu dari indera ini. Siapa dia?

Dia adalah Mulut.

Mulut merupakan sumber dari segala sumber bencana dan kebaikan. Mulut memiliki dua katup yaitu, bibir atas dan bibir bawah. Dua katup inilah yang berfungsi untuk mengontrol lidah  yang sangat lunak dan dia hanya bisa menghasilkan kata jika mulut terbuka. Ketika mulut terbuka, lidah berpotensi mengucapkan kata serta kalimat yang tak dapat ditarik kembali. Oleh karena itu, kita disarankan untuk berpikir sebelum bicara agar dapat menghasilkan ucapan yang baik dan bermakna. orang yang bijak tahu persis kapan dia harus bicara dan kapan waktunya harus diam. Terkadang membunuh seseorang tak harus menggunakan sebilah pedang, lidah yang tumpul ini pun mampu menghabisi nyawa orang lain bahkan nyawa kita sendiri. Oleh karenanya Tuhan hanya menciptakan satu mulut saja, bisa dibayangkan kalau mulut kita jumlahnya lebih dari satu…

Pekerjaan mulut tidaklah lepas dari indera yang lain, salah satunya adalah mata. Hati kita ini seringkali ditipu oleh pandangan mata karena sifatnya yang jujur dalam melihat kejadian. Sebuah keburukan bisa dibungkus oleh kebaikan dan kebaikan terkadang tertutup kabut keburukan. Mata juga yang seringkali menjadi saksi bagi mulut untuk mengabarkan sebuah berita, entah baik atau buruk. Mata tidak hanya sekedar penerjemah wujud dan warna, dia salah satu anugerah dan amanat yang terkadang sering disalahgunakan fungsinya. Mata adalah kamera bagi otak kita yang dapat merekam perjalanan hidup selama bertahun-tahun tanpa kebohongan, tidak seperti lidah yang selalu berkelit ke segala arah. Bahkan beberapa diantara mereka berkata bahwa mata adalah jendela hati karena ia memancarkan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam hati. Kita diciptakan dengan dua mata dan keduanya sepakat tidak pernah bohong sekalipun satu atau bahkan keduanya buta.

Selain mata, telinga juga merupakan indera yang mendukung pekerjaan mulut. Telinga yang jumlahnya ada dua ini terletak di sisi kanan dan kiri kepala kita agar bisa menerima segala pesan dan berita. Seperti halnya mata, apa yang didengar  oleh telinga akan disampaikan ke otak sebagai filternya kemudian diolah apakah untuk disimpan, diteruskan ke indera yang lain (termasuk mulut), diresapkan dalam hati atau diabaikan. Bedanya, telinga tidak pernah tertutup, capingnya terus terbuka untuk menerima segala pesan, nasehat, peringatan dan kabar berita non stop 24jam, tujuh hari seminggu, 12 bulan setahun tapi sayang, otak sebagai filternya butuh istirahat.🙂

Jadi, kesimpulannya selalu sama dalam setiap pembahasan tentang tiga indera kita ini, sedikit bicara, banyak mendengar dan jaga pandangan.

Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua, terutama bagi saya sendiri.🙂

Note : Diolah dari berbagai sumber

9 comments on “212 (Dua mata Satu mulut Dua telinga)

  1. rime mengatakan:

    pertamaaaax…!

    memang lidah tak bertulang..

    dan tajamnya bisa lebih tajam dari silet…..! *pake gaya Fenny Rose :p*

    • blogbobby mengatakan:

      selamat, anda mendapatkan pujian, “hebat”.. hehehhe
      bener tuh, tapi sebenernya yan gtajam itu lidah apa kata-katanya ya… hehehe… ah, apa saja yang dikatakan mulut mengandung keburukan pastinya tajamnya menyayat hati…

  2. byzhee mengatakan:

    Wah, bermanfaat bgt nih mas,.
    Semoga saya bisa mengamalkannya, “sedikit bicara, banyak mendengar, dan jaga pandangan”
    Terima kasih uda share ilmu.. ;D

  3. Pendar Bintang mengatakan:

    Saya sudah lama tidakmendengarkan khutbah jum’at smenjak lulus SD heheheh

    Pastinya….semua sudah sesuai proporsinya..karena Tuhan itu Maha pintar, semua sudah sesuai dengan proporsinya…

    Semoga kita menjadi orang yang slalu mau belajar🙂

  4. arisriyadi mengatakan:

    nice post i like this

  5. Nandini mengatakan:

    yaa.. saya setuju.. hati2 dengan bibir dan lidah..:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s