Manusia tua atau barang tua?

Seandainya kawan-kawan ditanya: mana yang lebih berharga dan bernilai, manusia tua atau barang tua? Sebelum dijawab, saya jelaskan dulu maksud dari manusia tua, karena saya yakin kawan sudah paham dengan yang  namanya barang tua atau biasa disebut barang kuno. Manusia tua yang saya maksud adalah orang yang sudah lanjut usia, jadi bukan manusia purba yang berupa fosil😀

Kita tahu saat menginjak usia remaja, aktivitas kita akan semakin meningkat seiring tumbuh dan berkembangnya potensi dan energi yang kita miliki. Disadari atau tidak, masa muda adalah masa produktif bagi kebanyakan manusia yang mengaktualisasikan dirinya pada peradaban. Sebagai contoh adalah perusahaan dan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang jasa maupun produksi pasti membutuhkan tenaga kerja baru untuk dijadikan generasi penerus menggantikan mereka yang tenaganya sudah tidak bisa maksimal.

Kemampuan manusia dari segi lahiriah memiliki batasan yang biasa diidentifikasi dengan jumlah usia. Semakin tua semakin turun daya ingat, kekuatan serta performanya. Disinilah nilai kualitas itu kita ukur, kebanyakan dari kita menganggap bahwa orang tua itu cuma “popok bawang” (istilahnya butuh nggak butuh). Contohnya, kalau ada dua orang yang melamar kerja jadi sales; si A yang lulusan SMA dan si B yang sudah umur tiga puluh lebih, kira-kira mana yang diterima kerja kalau dua-duanya sama-sama nggak punya pengalaman sales? saya yakin si A kesempatannya lebih besar dan kemungkinan si B juga diterima tapi dengan penawaran job yang berbeda, sopir misalnya. Contoh lagi, kalau ada undangan acara pernikahan, buat kawan yang lagi jomblo mau nggak ngajak nenek atau kakek untuk nemenin? jangankan kakek atau nenek, orang tua sendiri aja mungkin nggak ditawarin, paling juga nyari temen sepantaran, ya apa iya? mentok mereka cuma kita mintain tolong untuk nganterin :p

Nah, sekarang apa bedanya dengan barang tua? Jelas, manusia menghargainya dengan nilai yang lebih tinggi daripada bangsanya sendiri padahal jelas-jelas barang kuno adalah benda mati. Nggak percaya? coba simak..

Bagaimana menurutmu kawan? ada yang bersedia membeli setrika ini? Harganya dikisaran Rp 175.000, padahal kalau mau beli setrika baru yang elegan harganya nggak sampai segitu dan yang pasti nilai manfaatnya masih lebih tinggi daripada setrika arang seperti gambar di sebelah ini. Mungkin kalau bukan pecinta barang kuno, nggak bakalan beli. Tapi buat yang maniak barang kuno, jangankan setrika, peti mati Firaun aja diburu. Mereka sangat berdedikasi terhadap barang-barang yang dianggap langka.  Bahkan banyak kolektor barang kuno rela berkeliling dunia untuk mendapatkan barang yang dia mau. Barang tua adalah barang yang dicari-cari keberadaannya meskipun harus membelah bumi dan mengarungi laut.

Bagaimana dengan manusia? Lihat saja disekelilingmu, mereka jadi pemulung, gelandangan dan bahkan pengemis  karena panti jompo pun tak mampu menampung jumlah mereka. Adakah yang bersedia merawatnya? melihat saja mungkin enggan dan terkadang kita hanya bersimpati dengan memberikan beberapa recehan rupiah saja atau beberapa lembar ribuan.

Sekarang kembali ke pertanyaan awal, mana yang lebih berharga dan bernilai, manusia tua atau barang tua? kalau melihat kenyataan di atas jawabannya tetap sama, kan…

5 comments on “Manusia tua atau barang tua?

  1. Anugrha13 mengatakan:

    realita kehidupan…
    benar2 sudah terjadi ketimpangan dan kesenjangan…
    disaat presiden mengeluhkan gajinya yang tak kunjung naik selama 7thaun tapi masih saja ada “kemiskinan” mengelilingi kita😦
    orang berlomba2 mencari barangtua untuk koleksi tapi tanpa menghiraukan manusia tua disekelilingnya.

  2. Anugrha13 mengatakan:

    wah ternyata saya ……
    ijinkan saya untuk mengamankan pERtammaaaaaaaaxxxx

    dan keddduuuuuuaaxxxx hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s