Penyesalan itu tidak ada obatnya

Manusia tempatnya salah, kesalahan yang diperbuat seyogyanya menjadi pelajaran berharga untuk bisa diperbaiki di masa mendatang. Mengutip perbincangan tadi sore bersama ibuku, mengenai kesalahan yang sering kita perbuat. Satu kalimat yang begitu masuk dalam hati,

Penyesalan itu tidak ada obatnya

Ucapan yang langsung mengingatkanku pada kesalahan-kesalahan masa lalu yang seharusnya bisa kuhindari jika mendengarkan nasehatnya. Kawan, turutilah nasehat ibumu, sekalipun tidak menyenangkan untuk didengar, sekalipun tidak sesuai dengan harapan dan keinginanmu. Ibu kita yang paling tahu tentang siapa kita sebenarnya, tak ada imbalan untuk segala kebaikan yang ia berikan.Tulus hanya demi kebaikan kita dan jika kamu belum mampu membahagiakannya dengan materi dan kemapanan, balaslah dengan baktimu. Maka, itu lebih baik dari harta senilai apa pun di dunia ini.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi? hidup hanya sekali dan Tuhan ingin kita memanfaatkannya dengan baik. Jika dihitung-hitung, kebersamaan kita terlalu singkat. Anggap saja usia kita di dunia 60 tahun, berapa tahun kebersamaan kita bersama orang tua? 25 tahun? atau mungkin kalau lelaki sampai 28 tahun kemudian menikah dan menghabiskan sisa waktu bersama pasangan. Hanya sesekali saja kita berbagi waktu bersama orang tua kita, itu pun kalau masih diberi umur panjang. Jadi perbandingannya 25 : 35, memang perhitungan ini tidak mutlak tapi kira-kira seperti itulah pengandaian saya tentang perbandingan kebersamaan kita dengan orang tua.

Semoga jadi renungan kita semua,

I love u mom…

 

 

14 comments on “Penyesalan itu tidak ada obatnya

  1. genial mengatakan:

    saia setuju kang.. nasehat seorang ibu, sekalipun tidak menyenangkan untuk didengar, sekalipun tidak sesuai dengan harapan dan keinginan.. pasti ada sesuatu di balik itu semua..πŸ™‚

  2. auraman mengatakan:

    setuju dengan mas, meskipun dimaafkan atau mencoba melupakan, tidak akan bisa makanya sekarang saya mencoba untuk cermat dalam mengambil tindakan..

  3. andry sianipar mengatakan:

    Wow…saya jadi teringat sosok Ibu dikampung halaman neeh. bagaimanapun omongan orangtua,meski terkadang terlihat tidak masuk akal tapi tetap harus dipatuhi. sebab mereka punya pengetahuan yang lebih dalam tentang kehidupan , dbandingkan kita…

  4. Loving jazz mengatakan:

    Tugas kita memang berbakti kepada orang tua. sebab mereka telah berkorban banyak hal untuk kita..

  5. azaxs mengatakan:

    artikel dengan makna mendalam..
    terimakasih telah mengingatkan mas..
    love my mom..

  6. Erdien mengatakan:

    Sebelum menyesal kemudian, kta selayaknya memikirkan terlebih dahulu apa yang akan kita lakukan. Tul nggak?

  7. JUN mengatakan:

    saya belum sepenuhnya menuruti kata” ibu sayaπŸ˜₯

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s