Menenggelamkan nikmat

Jika mas Achoey memberikan semangkuk mie ayam yang masih hangat kepada anda atau jika pak Lutvi menggratiskan tarif member premium untuk anda, apa yang akan anda lakukan? hal pertama kali pastinya adalah ucapan terimakasih kepada si pemberi dan kedua memanfaatkan pemberian tersebut.

Sekarang, seandainya esok pagi anda diberikan kesempatan untuk bangun dari tidur anda, apa yang anda lakukan?

Beberapa dari kita akan melakukan aktivitas bekerja, sekolah, kuliah, atau apa pun yang menjadi rutinitas termasuk buat mereka yang getol berlama-lama bermain di dunia maya: chatting, browsing, blogging dan aktivitas virtual lainnya. Tapi sebelum itu sudahkah anda mengucap terimakasih?

Sebenarnya semua yang kita lakukan adalah sebuah pemberian yang harusnya kita syukuri, berterimakasih atas segala kesempatan hidup dan anugerah yang diberikan. Kemudian memanfaatkan apa yang telah diberikan itu dengan sebaik-baiknya. Terkadang kita hanya bersyukur dan mengucap terimakasih atas pemberian yang diberikan oleh sesama manusia. Bagaimana ucapan terimakasih kepadaNya atas nafas yang diberi dari bangun pagi sampai tidur kembali? Mata yang sanggup melihat, tangan yang sanggup berbuat banyak atas segala aktivitas kita dan masih banyak lagi nikmat lainnya yang terkadang kita tenggelamkan dibawah lautan hasrat dan nafsu.

Terimakasih bukanlah sekedar ucapan, bukanlah sekedar rasa hormat melainkan memanfaatkan segala yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Anda boleh saja tidak memakan mie ayam pemberian mas Achoey dengan alasan kenyang atau membiarkan kesempatan gratis yang diberikan pak Lutvi dengan alasan gaptek. Tapi yang perlu diingat bahwa segala bentuk pemberian adalah nikmat yang kadarnya berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Tak ada satu pun pemberian yang sia-sia jika atas ijin-Nya. Mie yang tidak anda makan bisa saja rejeki bagi seseorang yang lapar di dekat anda, begitu juga produk yang canggih akan memberi banyak manfaat bagi mereka yang mau mempelajarinya.Terkadang kita ini adalah perantara sebuah rejeki bagi yang lain.

Saya mencoba mengingatkan diri saya sendiri dan bagi siapa saja yang mau menyimaknya melalui catatan ringkas ini akan pentingnya rasa syukur hanya dengan ucapan “Alhamdulillah” yang selalu terlewatkan padahal pemberian-Nya tak pernah berhenti. Mencoba memanfaatkan setiap apa saja yang dianugerahkan. Seburuk apa pun, sekecil apa pun yang kita terima, kalau itu dari Tuhan haruslah disyukuri.

Bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat Allah yang besar, jika nikmatNya yang kecil selalu kita lupakan

Kata-kata yang saya kutip dari La Tahzan yang saya ingat saat ini, di saat tubuh ini mengalami banyak problema. Sehat itu tidak ternilai harganya danΒ  saya selalu bersyukur apa pun yang diberikan Tuhan termasuk sakit.

Alhamdulillah, hari ini tetap bisa nge-blog. Memang nggak ada keharusan untuk nge-blog, tapi saya diberi kesempatan, jadi saya manfaatkan.πŸ˜€

Semoga bermanfaat kawan…πŸ˜€

2 comments on “Menenggelamkan nikmat

  1. achoey el haris mengatakan:

    Menjadi jiwa penuh kesyukuran itu indah
    Maka ketika saya menyajikan semangku Mie Janda dan Es Duda padamu secara gratis, maka saya yakin itu kan berkah.

    Jadi kapan?πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s