Konsisten

Menjadi seorang yang konsisten terkadang butuh perjuangan berat. Perlu motivasi tinggi untuk mengalahkan pengaruh yang berasal dari diri sendiri maupun lingkungan. Rasa malas, sikap yang suka meremehkan dan beberapa hal lain sering membuat kita menjadi orang yang labil dan tidak tegas dalam memantapkan tujuan.

Sebagai contoh, ketika saya memilih sebuah hoby baru yang sebetulnya bisa dibilang terlambat untuk belajar karena usia dan kepadatan tulang (meskipun tidak ada kata terlambat untuk belajar). B-boy, tarian acrobatik yang mengandalkan skill dan kekuatan tangan menjadi sesuatu yang sangat ingin saya lakukan. Awalnya memang coba-coba, tapi akhirnya saya ketagihan untuk terus belajar dan belajar. Namun di sinilah tantangan saya terhadap semangat dan konsistensi. Rasa malas mengalahkan keinginan yang sebenarnya menggebu. Ada satu hal yang sampai saat ini menjadi sebuah kekurangan yang harus segera diperbaiki.

Yaitu sabar, konsisten berkawan dengan sifat sabar. Saya tidak sabar ingin segera bisa dan bermain dengan kawan-kawan sebagaimana mereka pandai memutar badannya di lantai dengan kaki melayang, berdiri hanya dengan sepasang telapak tangan atau atraksi yang lainnya. Inginnya selalu instant padahal semua wujud keberhasilan adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan kegigihan dari pelakunya.

Sebenarnya hal tersebut jika tidak lepas dari keraguan saya untuk bisa terus belajar, mengingat kesibukan yang tak lagi bisa dikompromi terutama saat-saat seperti ini di saat akhir dari masa-masa kuliah. Mungkin ini pembelaan saya sementara ini. Tapi jujur sampai saat ini pun saya tetap menyukainya, ingin melakukannya meskipun sekedar bisa, yah mungkin ini yang namanya cinta. Katanya, semua hal yang didasari cinta akan membuahkan hasil.

Sekarang, saya jatuh cinta dengan yang namanya nge-blog. Tapi sebentar, ada yang harus saya pastikan apakah saya memang benar jatuh cinta dengan hoby menulis diary online ini? bagaimana membuktikannya ya? ada saran dari kawan-kawan?

Entahlah, selama saya ini saya belum terlalu kebingungan untuk menulis sebuah topik pada blog saya. Saya belum mengikuti pakemnya pecandu blog yang memfokuskan penulisan topik pada sebuah blog. Saran mereka masih saya abaikan. Kenapa? pernah saya coba untuk menulis satu topik tertentu pada beberapa hari ke depan… tapi kesannya “maksa banget”, justru bikin saya bingung dan mati gaya mau nulis apa. Makanya, sekarang saya bebaskan pikiran saya untuk menulis topik apa pun, toh menulis blog nggak ada UUD nya.. hehhe… yah, namanya juga belajar nge-blog… nggak heran kalo yang komentar segelintir dua gelintir orang karena mungkin topiknya nggak setema meskipun saya udah blogwalking… tapi ada juga sih yang berbaik hati mampir.๐Ÿ˜€

Balik lagi ke konsisten, ternyata hampir dua bulan ini saya konsisten nulis… satu hari = satu posting… emhhh…

semoga tren positif terus berlanjut๐Ÿ˜€

16 comments on “Konsisten

  1. Durahman mengatakan:

    Haha yu Bang kita sama sama.. konsisten.. aku juga baru punya blog..nih

  2. masa kuliah. waw kayaknya lebih berat dari SMA ya mas? aduhh

    waw lanjutin keinginannya mas. siapa tau bisa jadi penari hhe.๐Ÿ˜› dapat makan dari dance tersebut hhe

  3. lanjut terus kak untuk menulis sebuah topik๐Ÿ™‚
    salam kenal ya๐Ÿ™‚

  4. achoey el haris mengatakan:

    Ngeblog ya gimana kita aja
    Kalo saya sih gak mau terjebak tema
    ngeblog sesuai keinginan hati
    Ya sih ide dan topik setiap hari kadang muncul banyak banget
    sebenarnya bisa posting 3 atau 5 atau berapa pun di blog saya
    tapi saya memilih 1 saja setiap harinya
    kadang juga bolos kalau lagi sibuk banget๐Ÿ˜€

  5. tengku mengatakan:

    pagi yang indah untuk berkunjung ketempat sahabat…

  6. hudaesce mengatakan:

    Lanjutkan kang !!!!!!!

    kayakna Obsesi akang saat ini malah berbalik arah dengan saya, karena saya malah akhir2 ini lagi kena syndrom malas buat postingan nih. ๐Ÿ˜ฆ

    sebenernya saya gak begitu terpacu tuk mendapatkan koment yang banyak, tapi yang penting tu tulisan saya bermanfaat. ๐Ÿ™‚

  7. Darin mengatakan:

    Satu hari satu posting? Hebat. Nanti lambat laun tulisan main terasah dan mulai menemukan topik2 yg menarik. Sip!

    Saya kira kita pasti punya kecenderungan. Nah, apapun topiknya, bila itu disampaikan dgn bahasa kita sendiri, itu yg asyik dari ngeblog. Karena tak ada editor di sini. Kita yg nulis sendiri, edit sendiri, publish sendiri. Betul?๐Ÿ™‚

    Keep blogging!

    • blogbobby mengatakan:

      he’eh… pasti mengerucut… konsistensi juga semakin mengerucut… itu lagi yg bikin susah… ngomongin bisnis terus, politik terus, jenuh nggak ya.. maklum saya bosenan.. hehehe..
      but, blogging never die..๐Ÿ˜€

  8. Adinda Sukma Novelia mengatakan:

    satu hari satu posting.. nice mas..
    saya jadi pengen juga๐Ÿ™‚
    semangat berkonsistensi hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s