Membunuh

Judulnya ngeri, ya… !! hehe…

Tapi inilah yang saya simpulkan dari beberapa kejadian, baik yang saya lihat ataupun yang saya alami. Membunuh seolah menjadi tren bagi sebagian orang dan bahkan menjadi sebuah hobby. Ada dua tipe pembunuhan versi saya,πŸ™‚

  1. Pembunuhan fisik
  2. Pembunuhan mental

Kita bahas yang pertama. Saya yakin anda yang sering membaca surat kabar atau berita kenal dengan nama-nama ini; Very Idam alias Ryan, pembunuh berantai dari Jombang dengan sebelas korban kemudian ada Baekuni alias Babe dari Magelang dengan prestasi empat belas korban anak-anak dan yang satu ini masuk dalam daftar sepuluh besar pembunuh berantai dalam abad ini, perkenalkan namanya Ahmad Suradji, seorang dukun dari Deli Serdang, Sumatera dengan rekor membunuh 42 wanita.

Melihat jumlah korban di atas, bisakah kegiatan membunuh disebut dengan hobby? jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Iya, karena tujuan dan maksud tertentu, tidak karena terpaksa untuk menutupi aibnya yang terdahulu. Tapi yang tahu pasti membunuh adalah sebuah hobby atau bukan, hanya pelaku yang tahu. Saya heran, mudahnya menghilangkan nyawa orang seolah dia yang bikin. Kadang terasa tak adil, menukar satu nyawa dengan banyak nyawa. Tapi saya yakin ” di sana” nanti ada pengadilan Maha Adil yang bisa memenuhi tuntutan para korban dan tak ada seorang pelaku pun yang bisa mengelak.

Kedua adalah pembunuhan mental. Kegiatan membunuh yang terkadang sering juga kita lakukanπŸ˜€ (kalau mau ngaku, sih). Ini merupakan modifikasi dalam membunuh. Contoh yang kita lihat biasanya yang kita alami. Sebut saja kasus perselisihan, pencemaran nama baik hingga perebutan kekuasaan.Β  Orang yang berselisih hebat, satu di antaranya memendam dendam. Membuat perhitungan dengan cara yang paling sadis. Salah satunya adalah

“PEMBUNUHAN KARAKTER”

Membunuh dengan cara ini sakit hatinya terkesan “awet” dan bisa jadi akan dikenang seumur hidupnya buat para korban. Anda yang setia mengikuti berita pasti masih ingat kasus Bibit-Chandra, petinggi KPK yang terlibat kasus suap. Baru-baru ini, malah da’i sejuta umat yang tersandung tuduhan kasus pelecehan sexual. Terlepas dari benar atau tidak, anda bisa menyimpulkan sendiri. Kegiatan membunuh secara mental terkadang pernah atau bahkan sering kita alami, baik sebagai pelaku atau korban. Apalagi mereka yang aktif di dunia online, karena biasanya permasalahan di kehidupan sehari-hari, di bawa-bawa sampai ke ranah virtual. Entah, foto yang diedit (badan bugil, kepalanya diganti kepala kita), atau akun facebook dibajak untuk menipu teman-teman kita bahkan membuat akun baru di situs-situs jejaring sosial dengan identitas kita. Buat para blogger… ah, saya nggak perlu sebutin kasusnya karena kalian pasti sudah pernah mengalaminya beratus-ratus kali ketimbang saya yang newbie ini… :p

Modifikasi dalam membunuh telah menjadi inspirasi bagi mereka yang memilih jalan “hitam” untuk menumbangkan lawan. Jujur saya sendiri terkadang terbesit untuk melakukan hal kotor demi membalas perlakuan jahat mereka. Tapi alhamdulillah, nggak pernah kesampaian. Semoga bisa terwakilkan oleh kehendak Nya yang Maha Adil. Aamiin

πŸ™‚

4 comments on “Membunuh

  1. wejick mengatakan:

    pembunuhan karakter: pelakunya pun bila tidak cerdik malah akan terbunuh akhirnya.

  2. Agus Siswoyo mengatakan:

    Tapi blogger Jombang yang satu ini nggak bakat jadi pembunuh kok.
    Hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s